Agar Tidak Stres Berlanjut, Jangan Melarang Bumil Menangis

Sumber: google.com

Ketika hamil, banyak informasi dari berbagai pihak apa saja yang tidak boleh dilakukan. Dan menangis, menjadi salah satunya yang sering terdengar tidak boleh dilakukan oleh bumil.

Bukan menangis bahagia, menangis yang tidak boleh dimaksud tersebut adalah akibat stres dan hal negative lainnya. Karena dianggap bumil sudah emosi, hingga stres berlebihan yang ditakutkan dapat berpengaruh buruk pada janin.

Padahal, menurut Psikolog Keluarga, Putu Andani, M.Psi, mengatakan, menangis bukan lah suatu hal yang perlu dilarang pada siapapun, termasuk bumil.

Karena ketika mengalami stres, setiap orang memiliki respons untuk menenangkan diri itu berbeda-beda. Menurut Putu, ada tipe orang yang butuh menangis terlebih dahulu, baru bisa cerita ke pihak ke dua, hingga akhirnya merasa lebih rileks.

"Jadi tergantung ibu butuhnya apa ketika stres, ada yg pilih nangis, nulis, dan lainnya. Nomer satu adalah kebutuhan si ibunya sendiri, kebutuhan emosinya seperti apa itu yang kita nomer satukan," katanya kepada AkuratHealth, di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, (17/9).

Putu juga menyampaikan, jangan sampai melarang bumil menangis, akhirnya membuat emosi tersebut dipendam sendiri berlarut-larut, orang lain tidak ada yang mengetahui, tidak ada yang membantu, hingga akhirnya justru bisa berdampak lebih buruk ke ibu dan janin.

Perlu diingat, bahwa karateristik seseorang berbeda-beda. Ada yang memang mudah menangis, dan kalau itu menjadi salah satu cara si ibu efektif dalam mengelola stresnya, maka itu tidak dipermasalahkan.

Tetapi, jika kondisi menangis sudah berlebihan dan terus-menerus, peran orang sekitar lah sangat diperlukan pada fase ini.

Jangan sampai stresnya berkepanjangan, yang bisa menyebabkan gangguan yang lebih tidak diinginkan seperti prematur, berat badan bayi lahir rendah.




Sumber: akurat.co

Komentar

Postingan Populer